BATASAN GINEKOLOGI
Ginekologi
mempelajari mengenai gangguan haid, perdarahan uterus abnormal,keputihan,
endometriosis, penyakit radang panggul, bartolinitis, mioma uteri, tumor
ovarium neoplastik jinak, infertilitas, dan menopause. (sumber : http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/09/11/ilmu-kandungan-ginekologi/)
1.
Gangguan
Haid
v Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada
haid :
Hipermenorea
atau menoragia yaitu perdarahan haid yang lebih banyak dari normal, atau lebih
lama dari normal (lebih dari 8 hari).
Hipomenorea
yaitu perdarahan haid yang jumlahnya sedikit, ganti pembalut 1-2 kali per hari,
dan lamanya 1-2 hari. Penyebabnya adalah kekurangan estrogen & progesteron,
stenosis himen, stenosis serviks uteri, sinekia uteri (sindrom Asherman).
Sinekia uteri didiagnosis dengan histerogram atau histeroskopi.
v Kelainan Siklus :
Polimenorea
yaitu siklus haid lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari). Polimenorea
dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi,
atau menjadi pendek masa lutea. Sebab lain ialah kongesti ovarium karena peradangan,
endometriosis, dan sebagainya.
Oligomenorea
yaitu siklus haid lebih panjang, lebih dari 35 hari. Pada kebanyakan kasus
oligomenorea kesehtan wanita tidak terganggu, dan fertilitas cukup baik.
v Amenorea yaitu bila tidak haid lebih
dari 3 bulan baru dikatakan amenore, diluar amenore fisiologik. Penyebabnya
dapat berupa gangguan di hipotalamus, hipofisis, ovarium (folikel), uterus
(endometrium) dan vagina. Kasus-kasus yang harus dikirim ke dokter ahli adalah
adanya tanda-tanda kelaki-lakian (maskulinisasi), adanya galaktorea, cacat
bawaan, uji estrogen dan progesteron yang negatif, adanya penyakit lain
(tuberkulosis, penyakit hati, diabetes melitus, kanker), infertilitas atau
stress berat.
v Perdarahan diluar haid :
Metroragia
yaitu perdarahan dari vagina yang tidak berhubungan dengan siklus haid.
Perdarahan ovulatoir terjadi pada pertengahan siklus sebagai suatu spotting dan
dapat lebih diyakinkan dengan pengukuran suhu basal tubuh. Penyebabnya adalah
kelainan organik (polip endometrium, karsinoma endometrium, karsinoma serviks),
kelainan fungsional dan penggunaan estrogen eksogen.
·
Gangguan lain yang berhubungan
dengan haid :
Premenstrual
tension (ketegangan prahaid)
Mastodinia
Mittelschmerz
(rasa nyeri pada ovulasi)
Dismennorea
2. Perdarahan Uterus Abnormal
Secara
umum, penyebab perdarahan uterus abnormal adalah kelainan organik (tumor,
infeksi), sistemik (kelainan faktor pembekuan), dan fungsional alat reproduksi.
3. Keputihan
Keputihan
atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal
di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan
ini antara lain bakteri, virus,
jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan
menimbulkan peradangan ke saluran kencing,
sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil. (http://id.wikipedia.org/wiki/Keputihan)
4. Endometriosis
Endometriosis
adalah pertumbuhan abnormal dari kelenjar dan stroma endometrium di luar
uterus. Atau terdapatnya kelenjar atau stroma endometrium di tempat / organ
lain selain dinding kavum uteri.
5. Penyakit Radang Panggul
Penyakit radang panggul adalah infeksi
saluran reproduksi bagian atas. Penyakit tersebut dapat mempengaruhi
endometrium (selaput dalam rahim), saluran tuba, indung telur, miometrium (otot
rahim), parametrium dan rongga panggul. Penyakit radang panggul merupakan
komplikasi umum dari Penyakit Menular Seksual (PMS). Saat ini hampir 1 juta
wanita mengalami penyakit radang panggul yang merupakan infeksi serius pada
wanita berusia antara 16-25 tahun. Lebih buruk lagi, dari 4 wanita yang
menderita penyakit ini, 1 wanita akan mengalami komplikasi seperti nyeri perut
kronik, infertilitas (gangguan kesuburan), atau kehamilan abnormal.
6. Bartolinitis
Penyakit
ini terjadi akibat radang pada glandula bartholini, sering kali timbul pada
gonorea, akan tetapi dapat pula mempunyai sebab lain, misalnya streptokokus
atau basil koli.
7. Mioma uteri
Mioma
uteri dapat mempengaruhi kehamilan, misalnya menyebabkan infertilitas. Risiko
terjadinya abortus bertambah karena distorsi rongga uterus, khusunya pada mioma
submukosum, menghalangi kemajuan persalinan karena letaknya pada serviks uteri,
menyebabkn atonia ataupun inersia uteri sehingga menyebabkan perdarahan pasca
persalinan karena adanya gangguan mekanik dlm fungsi miometrium, menyebabkan
plasenta sukar lepas dari dasarnya, dan menggangu proses involusi dalam nifas.
8. Tumor Ovarium Neoplastik
·
Tumor kista : Kista ovarium simplek,
kistadenoma ovarii serosum, kistadenoma ovarii musinosum, kista dermoid.
Tumor
solid : Fibroma leiomioma, fibroadenoma, papiloma, limfangioma, tumor brener,
tumor sisa adrenal. (sumber: Wiknjosastro, Hanifa, dkk. 2007. Ilmu
Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar