Kelainan Kongenital Vulva dengan Duplikasi Vulva

Duplikasi vulva

Duplikasi vulva adalah kelainan kongenital pada sistem reproduksi dan masalah interseksi yang lebih berat, sehingga bayi itu tidak dapat hidup. Kelainan-kelainan kongenital alat-alat genital dapat disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti keadaan endometrium yang mempengaruhi nutrisi mudigah, penyakit metabolisme, penyakit virus, akibat obat-obatan teratogenik, dan lain-lain yang terdapat dalam masa kehamilan. Sebagian besar dari kelainan ini tidak mengikutsertakan ovarium atau genetalia eksterna, sehingga banyak diantaranya tidak menampakkan diri sebelum menarche atau sebelum perkawinan.

Disamping itu, terdapat kelainan-kelainan yang berasal dari kelainan kromosom khususnya kromosom seks dan gangguan hormonal. Kelainan ini sering kali menimbulkan masalah interseks. Pada seorang interseks bisa terdapat bahwa jenis gonadnya tidak sesuai dengan kromosom seksnya atau dengan morfologi genetalia interna, dan morfologi genetalia eksterna, khususnya bentuk genetalia eksterna sedemikian rupa, sehingga jenis kelainan bayi dari yang bersangkutan tidak dapat ditentukan dengan segera.


Di Indonesia pada umumnya kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematian segera setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannya sering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat, hal ini seakan-akan merupakan suatu seleksi alam terhadap kelangsungan hidup bayi yang dilahirkan.

Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital besar, umumnya akan dilahirkan sebagai bayi berat lahir rendah bahkan sering pula sebagai bayi kecil untuk masa kehamilannya. Bayi berat lahir rendah dengan kelainan kongenital berat, kira-kira 20% meninggal dalam minggu pertama kehidupannya.

Di Indonesia juga pemeriksaan fisik, radiologik dan laboratorik untuk menegakkan diagnosis kelainan kongenital setelah bayi lahir, dikenal pula adanya diagnosis pre/ante-natal kelainan kongenital dengan beberapa cara pemeriksaan tertentu misalnya pemeriksaan ultrasonografi pemeriksaan air ketuban dan darah janin.

Angka kejadian yang sering terjadi biasanya berupa satu jenis kelainan saja atau dapat pula berupa beberapa kelainan kongenital secara bersamaan sebagai kelainan kongenital multipel. Angka kejadian kelainan kongenital yang besra berkisar 15 per 1000 kelahiran, angka kejadian ini akan menjadi 4-5% bila bayi diikuti terus sampai berumur 1 tahun. Di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (1975-1979) secara klinis ditemukan angka kejadian kelainan kongenital sebanyak 225 bayi diantara 19.832 kelahiran hidup atau sebesar 11,61 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan di Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan (1977-1980) sebesar 48 bayi (0,33%) diantara 14.504 kelahiran bayi, dan di Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (1974-1979) sebesar 1,64% dari 4.625 kelahiran bayi. Angka kejadian dan jenis kelainan kongenital dapat berbeda-beda untuk berbagai ras dan suku bangsa, begitu pula dapat tergantung pada cara perhitungan besar kecilnya kelainan kongenital.




  Duplikasi vulva

a)      Pengertian
Duplikasi Vulva berarti memiliki dua vulva.Ini jarang sekali ditemukan. Bila ada, biasanya ditemukan pula kelainan-kelainan lain yang lebih berat, sehingga bayi itu tidak dapat hidup.
b)      Penatalaksanaan.
Insisi Perlengketan dan menjahit luka – luka yang timbul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar