Kelainan Kongenital pada Ovarium
Ovarium
merupakan tempat yang umum bagi kista, yang dapat merupakan pembesaran
sederhana konstituen ovarium normal, folikel graft, atau korpus luteum, atau
kista ovarium dapat timbul akibat pertumbuhan abdomen dari epithelium ovarium.
Kanker merupakan penyebab kematian no. 6 di Indonesia
(Depkes, 2003) dan diperkirakan terdapat 100.000 penduduk setiap tahunnya di
dunia diperkirakan 7,6 juta orang meninggal akibat kanker dan 84 juta orang
akan meninggal hingga 10 tahun kedepan, (WHO, 2005).
Jenis kanker yang sering ditemukan di Indonesia secara umum adalah kanker leher rahim, payudara, hati, paru, kulit, nasofaring, kelenjar getah bening, usus besar dan lain-lain.
WHO menyatakan sepertiga sampai setengah dari semua jenis kanker dapat di cegah 1/3 dapat disembuhkan bila di temukan pada tahap permulaan atau stadium dini sisanya dapat diringankan penderitanya.
Jenis kanker yang sering ditemukan di Indonesia secara umum adalah kanker leher rahim, payudara, hati, paru, kulit, nasofaring, kelenjar getah bening, usus besar dan lain-lain.
WHO menyatakan sepertiga sampai setengah dari semua jenis kanker dapat di cegah 1/3 dapat disembuhkan bila di temukan pada tahap permulaan atau stadium dini sisanya dapat diringankan penderitanya.
Pada perempuan hamil dengan kelainan atau
penyakit yang membutuhkan pemeriksaan atau tindakan bedah harus dipertimbangkan
perubahan anatomic, metabolic, dan psikologik. Disamping itu juga dipikirkan
keselamatan janin.
Pada awal kehamilan, yaitu waktu organogenesis fetus
sedapat mungkin dihindarI pemeriksaan dengan sinar rontgen. Pemberian
obat-obatan juga sedapat mungkin dihindari untuk mengurangi resiko kelainan
bawaan pada bayinya. Tindakan pembedahan edapat mungkin tidak dilakukan sewaktu
hamil muda untuk mengurangi resiko abortus, partus premature, cacat bawaan, dan
pengaruh karsinogen.
Berhubung
dengan tumpang tindih antara system anatomi, diagnosis banding juga sering
tumpang tindih.
Kelainan
atau penyakit di usus, peritoneum, retroperitoneum yang terletak di dalam
panggul dapat menjalar mengenai alat kelamin. Sebaliknya kelainan atau penyakit
pada alat kelamin dapat mengenai alat dan struktur di sekitarnya.
Infeksi di
alat kelamin yang akut maupun kronik, keganasan, dan kelainan lain dapat
menyebabkan gambaran klinik yang menuntut pengetahuan anatomi topografik yang
memadai.
Pengertian
Kelainan pada ovarium merupakan manifestasi
penyimpangan pertumbuhan dan pembentukan organ tubuh. Penyebab kelianan pada
ovarium tidak diketahui dengan pasti, tetapi dapat diduga karena penyimpangan
kromosom, pengaruh hormonal, lingkungan endometrium yang kurang subur, kelainan
metabolisme, pengaruh obat teratogenik, dan infeksi khususnya infeksi
virus.
Jenis-jenis
1.
Salpingitis akut : salpingitis menjalar ke ovarium hingga juga terjadi
oophoritis. Salpingitis dan oophoritis diberi nama adnexitis.
a)
Etiologi
Paling
sering disebabkan oleh gonococcus, disamping itu oleh staphylococ, streptococ
dan bac tbc.
·
Infeksi dapat terjadi sebagai berikut :
-
Naik dari kavum uteri
-
Menjalar dari alat yang berdekatan seperti dari apendik yang meradang
-
Haematogen terutama salpingitis tuberkulosa salpingitis biasanya bilateral.
b)
Gejala-gejala
·
Demam tinggi dan menggigil, pasien sakit keras
·
Nyeri perut di bagian bawah kanan dan kiri terutama kalau ditekan
·
Mual dan muntah, jadi ada gejala abdomen akut karena terjadi perangsangan
peritoneum
·
Toucher : nyeri kalau portio digoyangkan, nyeri uterus kiri dan kanan,
kadang-kadang ada penebalan dari tuba, tuba yang sehat tidak dapat diraba.
2.
Menorrhagi dan Dysmenorrhoe
Sekunder
biasanya terjadi oophoritis. Salpingoophoritis lebih sering disebut adnexitis..
Karena adnexitis, terjadi perlekatan dengan usus yang dapat diraba sebagai
tumor. Jadi tumor ini merupakantumor radang dan disebut “adnex tumor”. Tumor
dari ovarium sendiri disebut tumor ovarium. Kadang-kadang terjadi pyosalpinx
dan pyovarium dan setelah pus diabsorpsi terjadi hydrosalpinx.
Kalau
tekanan dalam hydrosalpinx cukup besar maka cairan dapat mencari jalan ke dalam
cavum uteri, maka sekonyong-konyong keluar cairan dari genitalia penderita
(hydrops tubae prfluens).
Kejadian
ini dapat berulang. kalau nanah masuk ke dalam rongga perut melalui ostium
tubae abdominale maka terjadilah pelveoperitonitis atau Douglas abses. Douglas
abses dan peritonitis kadang-kadang terjadi karena pyoslapinx pecah walaupun
ini jarang terjadi.
Peritonitis
gonorrhoica mempunyai tendens untuk tetap terlokalisasi tidak menjadi peritonitis
umum. Pada salpingitis gonorrhoica tubae yang menjadi berat jatuh dalam cavum
Douglasi dan menimbulkan retroflexio uteri fixata. Kalau ini terjadi maka pada
toucher cavum Douglasi nyeri tekan dan juga pada coitus penderita mengalami
perasaan nyeri (dyspareunia).
DD :
a)
Kehamilan ektopik : biasanya tidak ada demam. LED tidak meninggi dan
lekositose tidak seberapa.
Kalau
tes kehamilan positif (Galli Mainini) maka adnexitis dapat dikesampingkan tapi
kalau negatif keduanya mungkin.
b)
Appendicitis : tempat nyeri tekan
lebih tinggi (Mc. Burney).
Terapi
:
-
Istirahat, broad spectrum antibiotica dan corticosteroid.
- Usus
harus kosong
3.
Adnexitis Kronisa
Adnexitis kronis terjadi :
a)
Sebagai lanjutan dari adnexitis akut.
b)
Dari permulaan sifatnya kronis seperti adnexitis tuberculosa.
Gejala-gejala
-
Anamnetis telah menderita adnexitis akut
-
Nyeri di perut bagian bawah : nyeri ini bertambah sebelum dan sewaktu haid.
Kadang-kadang nyeri di pinggang atau waktu buang air besar
-
Dysmenorrhoe
-
Menorrhagi
-
Infertilitas
·
Diagnosa
Dengan
toucher dapat teraba adnex tumor. Adnex tumor ini dapat berupa pyosalpinx atau
hydrosalpinx. Karena perisalpingitis dapat terjadi perlekatan dengan alat-alat
sekitarnya. LED meninggi dan biasanya ada leko disebut salpingitis isthmica nodosa
dimana proses radang hanya nampak pada pars isthmica berupa tonjolan kecil yang
dapat menyerupai myoma. Adnexitis pada seorang virgo harus menimbulkan
kecurigaan pada adnexitis tuberculosa.
DD
:
Kalau
adnex tumor bilateral maka diagnosa boleh dikatakan pasti.
Adnex
tumor yang unilateral harus dibedakan dari :
-
Appendicitis chronic
-
Kehamilan ektopik yang terganggu (abortus tubair)
Terapi
:
-
Antibiotika dan istirahat
-
UKG
-
Kalau tidak ada perbaikan dipertimbangkan terapi operatif.
4.
Tumor ovarium
Berbagai
jenis tumor ovarium pada komplikasi kehamilan. Insidensi tumor pada kelainan
sel yang terjadi pada kelompok beberapa usia diketahui melalui pemeriksaan USG
secara rutin selama kehamilan. Dari hasil kilas balik KAT 2 dan kawan-kawan
tahun 1983 menemukan rata-rata insidensi pada masa adneksal 1-200 kehamilan.
Whitecar dan asosiasi (1999) melaporkan insidensi pada 1300 kehamilan dengan
tumor dilakukan laparotomi. Koonings dan rekan kerja (1988) dilaporkan pada
satu neoplasma adneksa pada setiap 197 persalinan sectio caesarea.
Kebanyakan
tumor ovarium dan gangguan sel Whitecar dan asosiasi (1999) menjelaskan 130
masa adneksal diagnosa selama kehamilan, 30% terutama gangguan sel 28% serous
or mucinous cystadenomas, 13% korpus luteal dan 70% gangguan sel lainnya.
·
Manajemen
Di
awal kehamilan ovarium akan membesar, mengakibatkan suspeksi pada neoplasma.
Ovarium berkurang 6 cm dari biasanya dan dari bentuk corpus lotium. Thornton
and Wells (1987) melaporkan dari hasil USG pendekatan konservatif pada manajemen
gangguan ovarium dapat berdasarkan pada karakteristik USG. Mereka
merekomendasikan penelitian pada kehamilan diameternya meningkat 10 cm karena
meningkatnya bahaya pada kanker dan membesarnya sel-sel pembesaran sel 5 cm
atau kurang dapat dikesampingkan sendiri pembesaran sel harus diketahui jika
memiliki pendekatan pada pembesaran sel sederhana. Whiccer dan rekan kerja
perhatian karena setengah dari 41 wanita dengan pembesaran sel sederhana
memiliki neoplasma.
5. Salphingitis
Salpingitis ialah
karena infeksi gonore dapat terjadi dalam trimester 1 kehamilan, akibat migrasi
bakteri ke atas dari serviks hingga mencapai endosalpink. Begitu terjadi
penyatuan korion dengan desidua sehingga menyumbat total kavum uteri alam
trimester 2, lintasan untuk penyebaran bakteri yang asenderen ini melalui
mukosa uterus akan terputus. Dengan demikian inflamasi akut primer pada tuba
dan ovarium jarang terjadi sekalipun abses tubo-ovarium dapat terbentuk dalm
struktur yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan itu. Organisme penyebab
infeksi ini diperkirakan mencapai tuba falopii dan ovarium yang sebelumnya
sudah cidera tersebut lewat cairan limfe atau darah.
Patofisiologis pada kelainan ovarium
Tumor ovarium merupakan entititas patologik
yang sangat beragam. Keberagaman ini disebabkan oleh adanya tiga jenis sel yang
membentuk ovarium normal: epitel penutup (coelomic) permukaan yang multipoten,
sel germinativum totipoten, dan sel stroma/ genjel seks yang multipoten.
Disgerminoma
merupakan tumor yang berasal dari germ cell, dapat menghasilkan alfa feto
protein. Tumor ovarium kesan ganas ini dicurigai disgerminoma jika pada
makroskopisnya tampak tumor berwarna putih keabuan dengan konsistensi pada
seperti daging disertai area nekrosis dan perdarahan.
Disgerminoma
ciri mikroskopisnya pada perbesaran lemah, tampak potongan jaringan tumor
dengan sel2 yang tersusun dalam lobulus/ sarang2/ lembaran2, dipisahkan
trabekulai jaringan ikat. Pada jaringan ikat ini terdapat infiltrasi sel
limfosit matang. Kemudian tampak sel tumor yang besar, uniform, sitoplasma
jernih dan luas karena mengandung bahan glikogen, inti bulat dan besar, anak
inti jelas.
Mucinous
Cystadenoma Ovary dicurigai jika pada makroskopisnya tampak tumor berbentuk
kista berwarna putih keabuan dengan permukaan luar yang halus dan multilokuler
Mucinous
Cystadenoma Ovary ciri mikroskopisnya tampak struktur dinding kista yang
dilapisi sel epitel silindris, dengan inti terletak di basal, sitoplasma luas
di atas (karena terdistensi bahan musin). Tampak pula lumen kelanjar berisi
bahan amorf yang eosinofilik (kemerahan).
Serous
Cystadenoma Ovary dicurigai jika pada makroskopisnya tumor tampak berbentuk
kista berwarna putih keabuan dengan permukaan luar dalam yang halus, berdinding
tipis dan transparan.
Serous
Cystadenocarcinoma Ovary dicurigai jika pada makroskopisnya tampak jaringan
ovarium yang kistik,unilokuler, putih keabuan, permukaan dalam/luar halus,
dinding tipis dan transparan.
Serous
Cystadenocarcinoma Ovary ciri mikroskopisnya tampak sel anaplastik dengan
bentukan papil yang tumbuh invasiv ke dalam stroma dinding kista.
(Benign)
Mature Cystic Teratoma Ovarii atau Kista Dermoid merupakan tumor yang berasal
dari diferensiasi ectodermal dari sel yang totipoten. Kista dermoid sering
diderita pada wanita selama masa reproduksi dengan keluhan benjolan di regio
iliaca dekstra sebesar telur angsa, mobile, kenyal, dan tidak nyeri.
Kista
Dermoid dicurigai apabila pada makroskopis tampak bentukan kista(berongga),
terdapat dermal plaque, terdapat rambut, lemak, dan jaringan lain.
Mature
Cystic Teratoma ciri mikroskopisnya tampak tumor cystic, dinding dilapisi
epitel squamous, di bawahnya ada lapisan kulit (gld. Sebacea, rambut, sel
lemak, dsb). Kadang-kadang ada struktur lain (cartilage, tulang, epitel
squamous, folikel rambut, jaringan ikat) dengan komponen ektoderm yang dominan.
Gambaran klinis dari kelainan pada
ovarium
Salah
satu gambaran klinik dari tumor ovarium
Kebanyakan
tumor ovarium tidak menunjukkan gejala dan tanda. Sebagian besar gejala dan
tanda yang ditemukan adalah, aktivitas hormonal, atau komplikasi tumor
tersebut. Gejala dan tanda tersebut berupa benjolan di perut, mengkin ada
keluhan rasa berat, gangguan atau kesulitan dbut menghasilkan hormone defekasi
karena desekan, oedema tungkai karena pada pembuluh balik atau limfe dan rasa
sesak karena desakan diafragma ke kranial. Bila tumor tersebut kadang ada
gangguan hormonal berupa gangguan haid. Mungkin timbul komplikasi berupa asites
atau gejala sindrom perut akut akibatnya putaran tangkai tumor atau gangguan
peredaran darah karena penyebab lain. Tumor ovarium sering jinak bersifat
kista, ditemukan terpisah oleh uterus, dan umumnya diagnosis didasarkan pada
pemeriksaan fisik. Pada kista besar perbedaan dengan asites dapat dipastikan
dengan tanda pekak geser, yaitu kepekaan pada perkusi pindah dari sisi satu ke
sisi yang lain. Jika penderita membalikkan diri. Pemeriksaan penunjang yang
tepat adalah ultrasonografi dan laparoskopi. Perubahan pada kista ovarium harus
menimbulkan kecurigaan akan proses keganasan. Diagnosis banding kista besar
berupa tumor abdomen lain, asistes, kehamilan, atau retensi urin.
Prosedur
pemeriksaan kelainan pada ovarium
1. Anamnesis
- Gangguan perdarahan uterus
- Benjolan perut bagian bawah
- Nyeri perut bagian bawah
- Gangguan penekanan (ureter, vu, rectum)
- Infertilitas dan abrtus (habitualis)
Pemeriksaan fisik
Pada palpasi teraba massa padat pada perut bagian bawah (biasanta dimedial) dan pada pemeriksaan bimanual (VT) serviks ikut bergerak bila masa digerakkan
Pada palpasi teraba massa padat pada perut bagian bawah (biasanta dimedial) dan pada pemeriksaan bimanual (VT) serviks ikut bergerak bila masa digerakkan
- Pemeriksaan penunjang
Sondase (untuk mengetahui besarnya uterus)
§ Kuretase (untuk menyingkirkan karsinoma endometrium)
§ Histeroskopi
§ Ultrasonografi
§ BNO – IVP pada mioma uteri yang besar /dengan perlekatan.
Deteksi dini kelainan pada ovarium
Menurunkan
morbiditas dan mortalitas penyakit dalam masyarakat melalui deteksi dini dan
pengobatan pada keadaan belum terdapat simtom atau gejala. Skrining merupakan
upaya untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita sepanjang daur
kehidupannya meliputi sejarah, perkembangan wanita dalam aspek biologis,
psikososial dan social spiritual, kesehatan reproduksi dalam perspektif gender,
permasalahannya serta indicator status kesehatan wanita.
Peran bidan skrinning untuk keganasan dan
penyakit sistemik :
2
Memberikan motivasi pada para wanita untuk melakukan pentingnya melakukan
langkah skrinning.
3
Membantu mengidentifikasi penyakit pada stadium dini, sehingga terapi dapat
dimulai secepatnya dan prognosa penyakit dapat diperbaiki.
4
Membantu dalam pengembalian penyakit infeksi melalui proses identifikasi
karir penyakit di komunitas.
Tanda dan gejala kelainan pada ovarium
- Sakit kepala dan sering merasa lelah
- .Tidak nafsu makan dan sulit untuk makan
- .Sering kali muntah dan buang air besar
- Kembung terus menerus
- Sering merasa terlalu kenyang
- Sering merasa nyeri pada perut
- Berat badan turun drastic
- Ukuran perut bertambah besar
- Perdarahan pada vagina.
Penanganan kelainan pada ovarium
Pada
prinsipnya tumor ovarium memerlukan pembedahan tetapi ada beberapa kista
benigna yang umumnya tidak memerlukan pembedahan seperti kista folikel de graaf
kista korpus luteum dan kista endometrium.
1.
Non
operatif
·
Radiokastrasi
(radiasi pada ovarium, diharapkan terjadi menopause precox sehingga produksi
estrogen berhenti)
·
GnTH
(diberikan pra bedah untuk mengurangi perdarahan dan mengecilkan volume tumor)
2.
Operatif
Dapat dilakukan dengan laparatomi vaginal atau laparascopic assisted vaginal trysterectomi, meliputi
- Miomektomi
Dapat dilakukan dengan laparatomi vaginal atau laparascopic assisted vaginal trysterectomi, meliputi
- Miomektomi
-
Histerektomi
total + salpingooofarektomi unilateral
(Bunga rampai Obs. Gin II FK Undip Semarang).
(Bunga rampai Obs. Gin II FK Undip Semarang).
thanks informasinya...
BalasHapusmemang penyakit kistas itu membyakan sekali..
mungkin saya tambahkan referensi dibawh ini :
http://www.tanyadok.com/sehat-wanita/kapan-kista-ovarium-disebut-bahaya